السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang masih memberi kita umur panjang sehingga kita bisa memasuki hari kedua di bulan Ramadan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Jika hari pertama adalah pembukaan dan awal niat, maka hari kedua adalah ujian keistiqamahan. Banyak orang bersemangat di awal, tetapi mulai melemah di hari berikutnya. Maka Islam mengajarkan kita untuk konsisten dalam kebaikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
(QS. Al-Baqarah: 185)
Artinya:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
Ayat ini mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga bulan Al-Qur’an. Maka di hari kedua ini, mari kita mulai membiasakan diri membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ
(رواه Muhammad ibn Ismail al-Bukhari ومسلم Muslim ibn al-Hajjaj)
Artinya:
“Puasa adalah perisai, maka janganlah berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.”
Di hari kedua ini, mari kita jaga puasa kita bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari:
- Lisan yang menyakiti,
- Hati yang dengki,
- Pandangan yang haram,
- Perbuatan yang sia-sia.
Karena puasa yang sempurna adalah puasa yang menjaga seluruh anggota tubuh dari maksiat.
Keutamaan Tarawih Malam Kedua
Jamaah yang dirahmati Allah,
Jika malam pertama adalah pembuka, maka malam kedua adalah bukti kesungguhan kita. Apakah kita masih semangat ke masjid? Apakah kita masih merindukan berdiri lama dalam shalat?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
(رواه Muslim ibn al-Hajjaj)
Artinya:
“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
Tarawih termasuk dalam shalat malam yang memiliki keutamaan besar. Setiap rakaat yang kita dirikan, setiap ayat yang kita dengarkan, semuanya menjadi pemberat timbangan amal kita.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
(رواه Muhammad ibn Isa al-Tirmidhi، حديث صحيح)
Artinya:
“Sesungguhnya seseorang apabila shalat bersama imam sampai selesai, maka dituliskan baginya pahala qiyam satu malam penuh.”
Betapa besar rahmat Allah. Hanya dengan mengikuti imam hingga selesai Tarawih dan Witir, kita mendapatkan pahala seperti shalat semalam penuh.
Malam kedua adalah ujian konsistensi. Jangan sampai semangat kita menurun. Karena amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang terus-menerus walaupun sedikit.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
(رواه Muhammad ibn Ismail al-Bukhari ومسلم Muslim ibn al-Hajjaj)
Artinya:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu meskipun sedikit.”
Penutup
Hadirin yang berbahagia,
Hari kedua puasa adalah hari membangun konsistensi.
Malam kedua Tarawih adalah malam memperkuat tekad.
Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai:
- Bulan memperbaiki akhlak,
- Bulan memperbaiki ibadah,
- Bulan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk istiqamah hingga akhir Ramadan, dan menerima seluruh amal ibadah kita.
رَبَّنَا أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ