Keutamaan Puasa Hari Ketiga dan Tarawih Malam Ketiga

Puasa › Puasa
13 Feb 2026

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita kesempatan untuk memasuki hari ketiga di bulan Ramadan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah hingga hari kiamat.

 

Hadirin yang dirahmati Allah,

 

Jika hari pertama adalah niat, hari kedua adalah pembiasaan, maka hari ketiga adalah ujian kesungguhan dan kesabaran. Di hari ketiga biasanya tubuh mulai merasakan lemah, rasa haus mulai terasa berat, dan godaan mulai datang. Di sinilah nilai kesabaran dalam puasa benar-benar terasa.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

(QS. Al-Baqarah: 153)

 

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

 

Puasa adalah latihan kesabaran. Menahan lapar adalah sabar. Menahan amarah adalah sabar. Menahan diri dari maksiat adalah sabar. Dan Allah menjanjikan kebersamaan-Nya bagi orang-orang yang sabar.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

(رواه Muhammad ibn Ismail al-Bukhari ومسلم Muslim ibn al-Hajjaj)

 

Artinya:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

 

Betapa mulianya puasa. Allah secara khusus menyandarkan puasa kepada diri-Nya. Maka di hari ketiga ini, jangan sampai kita merusak pahala puasa dengan ghibah, dusta, atau amarah.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

 

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ

(رواه Muhammad ibn Ismail al-Bukhari)

 

Artinya:

“Puasa adalah perisai.”

 

Perisai dari apa?

Perisai dari api neraka. Perisai dari hawa nafsu. Perisai dari dosa.

 

 

 

 

Keutamaan Tarawih Malam Ketiga

 

 

Jamaah yang dirahmati Allah,

 

Malam ketiga adalah tanda siapa yang benar-benar serius dan siapa yang mulai lalai. Masjid mulai sedikit berkurang jamaahnya, rasa lelah mulai terasa, tetapi orang-orang yang ikhlas tetap melangkah menuju rumah Allah.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

(QS. Al-Furqan: 64)

 

Artinya:

“Dan orang-orang yang bermalam untuk Rabb mereka dengan bersujud dan berdiri (shalat).”

 

Inilah ciri hamba-hamba Allah yang istimewa. Mereka menghidupkan malam dengan sujud dan qiyam.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

(رواه Muhammad ibn Isa al-Tirmidhi، حديث حسن)

 

Artinya:

“Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus dosa, dan pencegah dari perbuatan dosa.”

 

Tarawih malam ketiga adalah bukti cinta kita kepada qiyam. Setiap berdiri kita adalah kedekatan dengan Allah. Setiap sujud kita adalah penghapusan dosa.

 

Dan jangan lupa sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(رواه Muhammad ibn Ismail al-Bukhari ومسلم Muslim ibn al-Hajjaj)

 

Artinya:

“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

 

 

 

Penutup

 

 

Hadirin yang berbahagia,

 

Hari ketiga mengajarkan kita tentang kesabaran.

Malam ketiga mengajarkan kita tentang keteguhan.

 

Mari kita jaga semangat ini sampai akhir Ramadan. Jangan hanya kuat di awal, tetapi lemah di pertengahan. Jangan hanya ramai di awal, tetapi kosong di akhir.

 

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dalam puasa, khusyuk dalam Tarawih, dan istiqamah hingga akhir Ramadan.

 

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتَقَبَّلْ مِنَّا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُه